Berkata JUJUR itu SAKIT!!!

Posted in: Things In LIFE by j0k3r on February 11, 2011

Hidup ini kadang susah bila dilihat lihat. Di manakala kita berbuat baik terkadang hal itu membuat sebagian orang tidak suka. Di manakala kita berbuat jahat sebenarnya tidak semua orang tidak suka tapi ternyata diam2 mendukung karena dia tidak bisa melakukan itu dan berharap ada yang mewakilinya. Itulah hidup banyak hal-hal yang masih tidak kita mengerti dikarenakan ketidasksempurnaan kita. Bayi yang awalnya masih polos dan lugu namun dikarenakan pengaruh luar maupun yang terdekat dapat menjadi kotor jiwanya. Banyak kasus-kasus seperti yang saya sebut di atas di mana ada orang tua sibuk dengan pekerjaannya dan anak-anaknya ditelantarkan dan diserahkan begitu saja kepada suster untuk menggantikan mereka. Lantas apa gunanya mereka dilahirkan bilamana anak2 itu hanya dilahirkan untuk tujuan tertentu seperti penerus, atau lain sebagainya. Orang tua yang tidak mengurus anaknya seringkali memanjakan anak-anaknya dengan hal materiil bukan dengan kasih sayang sehingga banyak dari generasi penerus selanjutnya akan menjadi manusia yang congkak dan kurang kasih sayang. Sekian banyak hal-hal dibahas dan dibicarakan dari waktu ke waktu mengenai karakter manusia tapi sedikit sekali yang memahami arti sebenernya.

Terkadang hal yang penting akan menjadi tidak terdengar dan tidak tersampaikan ke dalam diri kita di mana kita tidak semudah itu bisa menerima sesuatu yang buruk mengenai kita dengan bijak. Mungkin dengan entengnya kita berucap bahwa kita tidak keberatan tentang orang2 yang berkata buruk mengenai kita tapi dalam hati kadang kita merasa tidak enak dan ingin melakukan pembelaan. Yahh tapi hal ini sudah dialami diri kita baik kita sadari atau nga.

Pernah nga kalian berada di dalam kondisi di mana orang meminta pendapat kita mengenai dirinya? ….. Coba pikirkan saat2 di mana anda diajukan pertanyaan seperti itu. Tentunya orang yang bertanya kepada anda mengharapkan jawaban yang baik dari anda (posisikan diri anda di posisi penanya). Bagi yg ditanya mungkin kita bingung mau berkata seperti apa dan biasanya kita memilih cara teraman dalam menjawab pertanyaan itu dan hanya berkata sekedarnya dan yang terlihat baik saja. Yah tentunya hal ini membuat sang penanya senang dan bagi yg ditanya tidak usah bertengkar ataupun berselisih. Ada kejadian di mana di dalam suatu organisasi kita harus membeli sesuatu yang dapat dipakai secara bersama-sama di tim tersebut. Tapi apakah semua orang akan setuju untuk bersama-sama membeli barang tersebut? Bisa saja sesuatu tersebut ternyata tidak sesuai dengan anggota lainnya dan beberapa anggota menolak untuk membeli barang tersebut dikarenakan mereka juga jarang memakai alat itu.

Coba kita lihat dari 2 sisi baik dari yg mengajukan untuk bersama-sama membeli dan yang menolak membeli. Di sisi yg mengajukan memang lebih mudah bila semuanya membeli barang tersebut dan hal itu tentunya akan meringankan biaya dalam membeli barang tsb, menyenangkan karena semua meski pake sebentar tetap berpartisipasi patungan dan tentu saja yang mengajukan itu yang mengurus (yah g taulah repotnya jadi pengurus karena g jg pernah jd ketua tapi yah tetep harus ada demokrasi). Di sisi yang menolak sebenernya kalo mo dilihat dari sisi HAM masing2 individu berhak mempunyai pendapat sendiri dan berhak menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya bila kita memaksa maka itu akan melanggar HAM. Pihak yang menolak pun sebenernya kalo boleh dibilang mungkin saja mempunyai pemikiran yang berbeda dan sudut pandang yg berbeda di mana yg kita tidak tahu. Kadangkala sesuatu yang dipaksakan mungkin pada awalnya baik namun belum tentu baik pada akhirnya. Sebagai pihak yang mengajukan mau ga mau harus bisa mengikhlaskan kalo yg tidak mau patungan dikarenakan hanya pake sebentar/jarang. Yah tapi lebih baguslah bila terang-terangan terbuka menyatakan tidak mau patungan daripada kita berbicara di belakang di mana tentunya hal itu akan lebih tidak mengenakkan bagi kondisi organisasi itu ke depannya.

Pernah ada kejadian lucu di mana saya pernah berada di kondisi situasi saya ditanyakan oleh kenalan saya saat kuliah dulu. Saat telponan ditanya “Eh menurut u g gimana orangn ya?” yah berhubung g orangnya cuek yah g jawab lah ju2r apa yg ada di pikiran g di mana yah banyakan hal2 jelek yg g kasi tau ama dia (Maklum ada bel Character Building pas di kul dulu hehehe…). Yah buntut2 dari kejujuran g yah ternyata dia kaya sakit hati gitu (karakter sanguin) dan ga terima perkataan g (semacam self defense lah). Memang sih kalo g ditempatin di dia mungkin g bisa seperti itu tapi kl dipikir2 lagi dari pengalaman itu pertanyaan yg plg sering g pake “Menurut u hal2 yg perlu diperbaiki/jelek ttg g apa sih?”. Anggapannya sih kita harus jelas mau nanya untuk mendapatkan jawaban yg kita harapkan. Tp kl dipikir-pikir bukannya lebih bagus ya kl kita bertanya ttg kekurangan kita tapi bukannya kita ga PD atau lain sebagainya. Tanpa sadar kan sebenernya bisa saja kita melakukan suatu kebiasaan yg buruk dan kita tidak sadar. Nahhh balik lagi ke pertanyaan tadi “Menurut u g gimana orgnya”. Saat g jawab JUJUR ttg pertanyaan ini sebenernya sakit juga sih pas ngomongnya. KENAPA? Karena g takutnya org yg g jawabin agp g SOK Tau dan anggapannya tuh kalo ngomong ju2r kaya nusuk jarum ke org yg nanya. Tapi yah gausah munafik segala lah meski lg PDKT atau apa. Prinsip g kan lebih enak kalo ga Cocok di awal lgsg bubar daripada agp Cocok2 aja tp ternyata Cocok PALSU.

Hidup itu memang tidak mudah terkadang di satu situasi jujur itu diperlukan tapi di situasi lainnya jujur itu bisa jadi malah menjadi bumerang bagi kita. Tapi cobain deh kasus di atas apakah dapet jawaban yg sama atau tidak ky g (Tp liat karakter dia juga ya jgn2 malah disimpen di hati). Susah emang di satu sisi kita ingin menghindari perselisihan namun harus dgn berbohong. Kalo kita jujur ehhh jadi2nya malah berantem padahal masalahnya sepele mungkin (kaya bersifat material gt kaya beli barang, dll). Baik di situasi kerja ataupun situasi seperti apapun janganlah KERAS KEPALA dan cobalah mendengar MASUKAN orang lain meskipun itu terkadang menyakitkan. Tantangan berkata JUJUR : jadilah TEGAS dan jangan TAKUT mengutarakan pendapat meski kadang hal itu SAKIT dan bisa membuat berantem. Andai semua orang bisa Memposisikan DIRI di posisi orang lain dan bersifat terbuka menerima masukan mungkin di masa depan dunia akan menjadi damai dan lebih indah. SALAM Dashyat…..

Tags:

Pemimpin? Hmmhhh… begitu denger kata ini sih mungkin terlintas di pikiran kita seseorang yg begitu hebat, pintar, mempunyai banyak pengikut dan mempunyai kekuatan untuk melakukan sesuatu dan segala hal2 hebat lainnya.  Terlepas dari semua hal-hal yang baik dan terdengar wah mengenai kata PEMIMPIN sy ingin mengajak anda semua untuk berpikir lebih jauh mengenai proses dari menjadi seorang pemimpin.

Mungkin ada yg bingung dengan judul dari Notes yg dibikin ini tapi lambat laun mungkin anda semua yg membaca akan mengerti mengapa sy memberi judul seperti ini.  Pernah ga sih dalam hidup loe loe pada merasakan pengalaman menjadi pempimpin.  Mungkin bagi orang yg ga pernah jadi pemimpin bakal merasa enak sekali menjadi pemimpin, terlihat gagah dan begitu hebat dalam melakukan tugasnya.  Sebenarnya di dalam kehidupan kita sehari-hari kita ini juga sudah menjadi pemimpin (bagi diri kita sendiri).  Kita memimpin diri kita untuk tepat waktu, melakukan sesuatu yang kita inginkan, menetapkan tujuan dan lain sebagainya tapi tetap aja kita ga merasakan hal itu sebagai pemimpin karena di dalam benak kita menjadi pemimpin lebih kepada memimpin orang lain untuk tetap berada di bawah kendali kita.  Yah singkatnya seperti itu lah pembukaannya. Hehehe….

B a Leader is Like a Sh**t! Mengapa judul ini saya berikan?  Anggapannya sih begini dari sudut pandang g (ga tau deh dari sudut pandang orang lain yg udah jadi pemimpin maupun belum).  Jadi pemimpin yg BAIK tuh capekk abiss dan banyak tantangannya.  Mungkin orang yg melihat dari bawah melihat bahwa pimpinan itu enak kerjanya nyante n gaji lebih gede.  Tapi inget semakin gede GAJI semakin besar TANGGUNG JAWAB (dah kaya kutipan film Spiderman aja nih..Hehhee..).    Sebenernya jadi pemimpin yg baik itu ga Mudah karena bagi g sih udah melawan sifat dasar Manusia (baca Notes Sifat Dasar Manusia, Cieee.. jadi promosi nih g).  Eh e…  tadi sampai mana.. Oh iya tentang sifat Dasar Manusia coba baca sendiri n nyambungin ke sana ya.  Manusia pada dasarnya tuh pengen diperhatiin tapi inget Kl U jd Pemimpin jangan berharap bahwa bawahan harus Bisa dan BISA ngertiin u.  Justru sbg Pemimpin qt harus meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran kita untuk selalu dan SELALU mengerti mengenai bawahan kita baik mengenai kesulitan dan ketidakmampuannya di dalam melakukan pekerjaannya.  Capek ga? So PASTIIi Cape… yah tapi itu mah terserah orang lah mau jadi pemimpin yg seperti apa mau jadi pemimpin yg asal g dateng kerjaan beres gaji lancar atau “G dateng semua lancar dan sukses bersama”.

Ga mudah emg jd Pemimpin di mana terkadang kita menemukan kesulitan untuk memahami dan bekerja sama dengan bawahan qt.  Ada kalanya meski seorang Pemimpin menemukan bawahannya tidak mau membuka hatinya dan bekerja sama sehingga suatu komunikasi menjadi DEADLOCK.  Nah kalo ketemu hal ky gini gimana?  G sih jadi keinget film yg berjudul “The Return of Titans” di mana tim futbal tersebut ternyata ada org yg ga terima dan masih rasis sehingga hal tsb mengganggu harmonisasi tim dan akhirnya UUD (bukannya Ujung2 Duit tapi Ujung2nya Dikeluarin).  Nah agak bingung juga sih kalo ternyata di kehidupan kita ternyata tidak mempunyai kuasa untuk mengeluarkan org itu dr Tim.  Nah jd gimana donk?  Setelah g pikir2 akhirnya ketemu g beberapa cara di antaranya mulai dari yg jahat dulu nih gampang lah tinggal bikin dia ga betah ama kerjaan (plg sadis lagi kasih dia kerjaan setumpuk atau kerjaan yg gada hubungan ama bagian dia shg dia stres dan akhrnya mengundurkan diri) tp sebisa mgkn jgn deh pake cara ini, yg k 2 coba deh minta pendapat temen2 deket dia atau minta bantuan temen deket dia buat bilangin scr baik2 dan coba gali informasi, yg k 3 mau ga mau u jd pemimpin mst turun tangan lgsg tanyain dan coba bkn dia terbuka sama u utk ceritain maksud dan tujuannya berbuat begitu di mana hal tsb menganggu tim entah disadari/ga.  Yahhh tapi jrg sih ada Pemimpin yg mau luangin waktu sampe segitunya coz di mana2 plg susah buat bikin org buka hatinya apalagi kl trnyata dia ga bisa terbuka karena kesel sama kita entah karna suatu hal/apa.

Pusinngg… Ohhh Pusinggg.. Tapi mau dikata apa entah kita di dalam sekolah, kerjaan, ataupun usaha sendiri pasti ada kalanya kita bakal temuin hal kaya gt dan It’s our CHOICE buat milih jalan yg gampang/pilih yg lebih sulit.  Banyak karakter2 org di mana mgkn secara naluri alami kita ga cocok dengan karakter dia tapi apa mau dikata dia jadi bawahan kita.  Nah itu tuh pentingnya penguasaan emosi dan harus tetap tenang biar semuanya bisa ketemu SOLUSInya meski qt ga gt suka sama sifat dia.  Tapi teteplah mesti liat org dr sisi positifnya meski mgkn sisi positifnya ga terlalu menonjol tp tetep qt harus berpikiran POSITIF selama jd Pemimpin.  Nah makanya itu judulnyaa…. … Yah tau sendirilah ya..  Padahal qt sendiri mgkn sdh berkeluarga, punya pacar, pgn punya waktu sendiri tp tetep aja hal itu harus kita kesampingkan dulu (yg ini nih yg bikin maju salah mundur jg salah).  Ga tau deh semua itu bisa sejalan/ga di mana rasanya jd Pemimpin itu Harus Mengalah dan mendahulukan kepentingan TIM dibanding kepentingan Diri Sendiri.  Just THINK About IT!

Tags:

Alam Liar Pembuka TOPENG

Posted in: Things In LIFE,ThinkABLE by j0k3r on February 11, 2011

Masih hangat di dalam pikiran g kejadian yg belum begitu lama terjadi di hidup g yang mulai menarik sedikit demi sedikit.  Btw baca notes ttg “B a Leader is Like a Sh**t”  sebagai tambahan referensi mengenai notes ini.  Semakin banyak yg g pelajarin tentang kehidupan di dunia ini makin banyak yg lucu dan ga g mengerti kenapa sampai bisa seperti itu.  Berbagai sudut pandang telah dicoba untuk memahami namun tetap tidak ada jawaban yg pasti di dunia ini pada awalnya.

Di alam liar itu bisa terlihat banyak sekali karakter bawaan yang mungkin di dunia nyata tidak begitu terlihat menjadi terlihat dan terpaparkan secara jelas.  Orang yang awalnya kalem di kehidupan nyamannya ternyata bisa berubah menjadi ketakutan dan tidak bisa mengontrol emosi, orang yg kelihatannya penakut tapi ternyata masih bisa diandalkan, org yg cuek dan ga peduli untuk berpartisipasi tetep aja cuek.  Banyak banget deh sesuatu yg terlihat saat kita dihadapkan pada pilihan sulit di mana qt merasakan suatu keadaan yg tidak nyaman dan benar2 membingungkan saat harus bareng-bareng mencapai suatu tujuan.  Keliatan jelas org yg hanya peduli pada dirinya sendiri, mau enaknya, ga mau bantu, malas, tidak menempatkan posisi pada posisi orang lain dan berbagai hal jelek lainnya tapi tidak sedikit juga terlihat hal2 positif yang keluar dari diri orang lain seperti kemampuan untuk mengajak teman berpartisipasi, pantang menyerah, kemampuan berpikir tenang, dan hal2 positif lainnya.

Memang entah kenapa di hadapan alam kita menjadi tidak berdaya sama sekali/terlihat karakter bawaan kita di mana meskipun kita ingin sekali menutupi kelemahan2 kita sehingga terlihat baik namun di hadapan alam semua itu terkoyak dan menampilkan diri kita yang sesungguhnya.  Mungkin sadar tidak sadar kita tahu bahwa sebenarnya kita pasti terlihat seperti apa adanya diri kita di hadapan alam.  Perilaku-perilaku dan ucapan kita di alam yg mana hal itu ternyata bisa menjadi boomerang bagi diri kita dan orang2 yg berpartisipasi di dalamnya.  Entah ada suatu kekuatan apa yg memaksa kita agar tidak congkak dan angkuh dalam bertindak maupun berkata-kata di alam.  Tidak ada yg tahu kekuatan apa yg ada di balik alam.

Huhhh… bingung jg mau tulis apalagi.  Tapi sesuai judulnya akan tiba saatnya kita berhadapan dengan kekuatan alam di mana hal itu akan berbalik langsung dan mengarah kepada diri kita manusia.  Manusia bisa saja berkoar melakukan segala sesuatu demi alam namun ingat lah bahwa alam itu bisa membalas kecongkakan, keangkuhan dan kemunafikan kita berpuluh-puluh kali dari apa yg kita lakukan kepadanya.  Jadikanlah alam dan manusia menjadi selaras dan seimbang peranannya di dalam kehidupan ini.  Janganlah saling menganggu dan terlalu serakah di mana keserakahan itu akan berbalik memangsa diri kita sendiri dan menyebabkan hati kita menjadi gelapp….

Tags:

Ciri Khas Imlek

Posted in: Things In LIFE by j0k3r on October 22, 2009

Tahun Baru IMLEK

Warna merah merekah terlihat hampir di seluruh aktivitas kegiatan ktia sehari-hari baik itu di mal, kantor,
tempat kita berolahraga, di rumah, dan di tempat-tempat perbelanjaan.  Lagu-lagu China terdengar berkumandang di
tempat-tempat pedagang menjajakan lagu untuk merayakan hari raya Imlek.  Baju-baju dengan segala corak dan variasi yang dipadu dengan warna merah khas Imlek dapat terlihat di kios-kios yang menjual baju, celana, topi, maupun pernak-pernik lainnya.  DI pusat-pusat keramaian mau tak mau kita pasti akan takjub dengan warna merah yang terbentang di sana sini yang menghiasi hampir seluruh tempat.  Lampion-lampion, barongsai, tarian naga, dan segala macam kebudayaan dari China menghiasi perayaan Imlek yang pada tahun 2006 ini jatuh pada tanggal 18 Februari 2007.

Dalam merayakan Imlek biasanya diikuti dengan membersihkan rumah, memakai baju baru, lampion-lampion, pita
berwarna merah yang menggantung di sudut-sudut rumah dan saling terhubung satu sama lain, lagu khas Imlek yang
membuat suasana Imlek semakin meriah, dan tak lupa kue-kue kering pun ikut disajikan beserta makanan dan minuman ringan lainnya.  Bagi orang yang telah menikah saat Imlek mereka akan memberikan dan membagikan kebahagiaan mereka dengan amplop merah yang berisi uang, biasa disebut Angpao, baik kepada saudara maupun sesama.  Terdengar ucapan khas salam Imlek yang berbunyi ‘Gong Xi Fa Cai’ yang berarti Selamat Tahun Baru di mana biasanya keluarga besar berkumpul diikuti dengan pemberian Angpao.  Setelah itu perayaan Imlek berlanjut dengan berbincang-bincang sembari menikmati kue kering, kue basah, snack disertai dengan minuman.

Teringat oleh saya guyonan anak-anak yang memplesetkan salam khas Imlek dengan ‘Gong Xi Fa Cai Angpao Na Lai’
yang artinya adalah Selamat Tahun Baru Anpaonya Donk’. Hehehee….  Memang bagi anak-anak Imlek itu identik dengan Angpao karena melalui Angpao mereka dapat membeli barang yang mereka inginkan, bagi yang sedang bokek atau terkena kanker (kantong kering) dapat tersenyum karena akhirnya kantongnya tidak kering lagi.  Tapi perlu diingat makna dari Imlek bukanlah hanya sekadar pembagian Imlek, tapi lebih kepada suasana kebersamaan kita baik itu terhadap Pencipta, leluhur, ayah, ibu, saudara, sesama, dan alam.

Tahun Baru yg Selalu Sama & Merusak

Posted in: Things In LIFE by j0k3r on October 22, 2009

Tak terasa tahun 2007 telah berakhir dan sudah kita lewati.  Masa-masa yang kita alami saat di tahun 2007 baik sedih, senang, sakit, dan berbagai hal yang telah menyertai kita di tahun 2007.  Ada kalanya saat kita melihat ke tahun 2007 yang telah lewat kita terkadang merasakan penyesalan akan hal-hal yang terjadi di dalam hidup kita di tahun 2007 atau mungkin kita merasa bersyukur akan segala hal yang telah kita lakukan di tahun 2007.  Terlepas dari itu semua marilah kita melihat persiapan-persiapan yang dilakukan negeri kita, Indonesia untuk menyambut tahun baru 2008.  Dari stasiun televisi kita ada yang menyiarkan kilas balik cerita artis di tahun 2007, ada yang menyajikan ramalan untuk artis ataupun untuk Indonesia.  Ada  juga yang menyajikan band-band papan atas serta aktris atau aktor ternama di bidangnya.  Di hotel ada acara merayakan tahun baru bersama-sama dengan door prize dan dihadiri oleh aktris ternama.  Bagaimana dengan orang-orang yang berada di lingkungan kita?  Ada yang merencanakan pergi ke Monas untuk merayakan, ada yang konvoi, ada yang dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kembang api untuk dimainkan saat pergantian tahun.  Setiap orang mempunyai cara-cara tersendiri dalam merayakan tahun baru 2008.

Terlepas dari kebahagiaan dan kesenangan kita menyambut pergantian tahun ada kalanya kita seharusnya menyadari bahwa banyak hal-hal yang kita lakukan ternyata membahayakan diri kita, teman, saudara, lingkungan, dan semua makhluk hidup di dunia ini.  Saat pergantian tahun teman saya sudah membeli kembang api yang dimainkan pada saat pergantian tahun.  Tidak mau kalah tetangga teman saya pun memainkan kembang api yang telah dibelinya.  Saat itu kami memainkan kembang api di lantai 3 sehingga terlihat semua pemandangan kembang api dari monas, maupun dari orang-orang yang telah membelinya.  Terlihat indah sekali warna-warna yang memancar di langit pada malam itu.  Tapi saya menyadari sesuatu di balik keindahan yang hanya sementara tersebut.  Saya memikirkan ke manakah sisa kembang api yang meluncur ke angkasa pada saat itu?  Apakah kembang api tersebut tak bersisa atau mungkin saja mengenai seseorang?  Saya tidak tahu akan hal tersebut.  Ada lagi yang menarik perhatian saya yaitu ke manakah kepedulian seseorang terhadap lingkungannya di mana saat kita memainkan kembang api tersebut banyak asap yang keluar?  Tentunya anda sekalian sudah mendengar berita yang lagi hangat pada tahun 2007 yaitu tentang Global Warming.  Apakah asap dari kembang api tersebut membahayakan lingkungan Bumi kita?  Tidak ada yang membahas hal tersebut.  Padahal kita sedang gencar-gencarnya mengurangi emisi gas rumah kaca.  Di sisi lain marilah kita tengok keadaan saudara-saudara kita yang berada di Solo yang kehilangan tempat tinggalnya, kelaparan karena banjir yang menimpa daerah mereka menunggu bantuan dari kita.  Tapi seperti biasa bantuan tidak terdistribusi dengan baik.  Sungguh ironis sekali di saat yang lain bergembira merayakan tahun baru ada yang merayakan tahun baru dalam keadaan duka yang menyelimuti mereka.

Saya hanya mengutarakan pendapat saya mungkin anda mempunyai pendapat yang berbeda pada saat pergantian tahun yang terjadi saat ini.  Mungkin anda merasakan hal yang berbeda pada saat pergantian tahun.  Terima kasih atas perhatiannya dan saya ucapkan Sukses untuk anda di tahun yang baru ini, tahun 2008.

Alasan PACARAN n TIDAK!

Posted in: Things In LIFE by j0k3r on March 24, 2009

Sebelumnya Saya mengucapkan terlebih dahulu kata maaf bila ada kata-kata yang mungkin tidak sesuai dengan pendapat Anda sekalian.
Penulisan ini kiranya belumlah terlalu sempurna jadi bila memang ada Saudara-saudari yang merasa keberatan dengan pernyataan Saya maka mungkin kita dapat mendiskusikannya.
Alasan-alasan yang ada di sini merupakan hasil pengamatan Saya selama ini dan alasan-alasan yang Saya muat dalam tulisan ini hanya dalam gambaran umum belumlah secara khusus.

Alasan-alasan orang berpacaran :
1. Kesepian
Saya melihat biasanya orang yang berpacaran kebanyakan pada dasarnya dirinya kesepian di mana arti kesepian ini bisa berarti banyak hal. Kesepian-kesepian itu antara lain mungkin karena berasal dari keluarga broken home, jauh dari orang tua, tidak ada yang menemani

2. Merasa iri melihat orang lain yang berpacaran
Banyak sekali yang saya lihat dan juga termasuk Saya yang jomblo ini terkadang iri saat melihat orang lain berjalan berdua dengan kekasihnya. Entah mengapa saat melihat orang yang berpacaran hati orang yang sedang atau pun memank Jomblo merasa iri dan pingin merasakan juga bagaimana rasanya berpacaran (bila belum pernah berpacaran) dan terkadang menjadi teringat mantan nya dulu (untuk yang sudah pernah berpacaran).

3. Hanya untuk mengisi waktu
Selain kesepian alasan ini juga yang biasanya paling banyak Saya dapati di lingkungan sekitar Saya. Di mana karena saking bosannya dengan kehidupan sehari-hari, di mana mereka juga ingin sekadar mencoba berpacaran (untuk yang Jomblo tulen seperti saya ^-^), dan ada juga yang ingin berpacaran agar ada yang bisa menemani untuk pergi, jalan-jalan, dan lain-lain,

4. Ingin Diperhatikan
Dalam buku psikologi saya mendapati perkataan bahwa setiap manusia pada dasarnya ingin diperhatikan di mana jika perhatian itu jika tidak cukup didapatkan dari keluarga maka mereka akan mencari nya mungkin dari teman ataupun orang-orang di sekitarnya.
Dengan melihat sifat dasar manusia yang ingin diperhatikan maka wajarlah bila kita ingin ada orang yang selalu di sisi kita dan memperhatikan diri kita.

5. Saling Suka
Menurut saya alasan ini paling jarang terjadi di kehidupan kita sekarang ini. Di mana bila kita belum terlalu mengenal diri kita sendiri maka kita belumlah terlalu tau tentang perasaan sesungguhnya terhadap orang lain. Saling suka ini paling jarang saya lihat. Biasanya salah seorang akan terlebih dahulu suka dan melakukan pendekatan dan setelah itu baru orang yang didekati itu baru akan suka atau mungkin juga tidak.

Alasan-alasan orang enggan berpacaran :
1. Ingin fokus terlebih dahulu ke cita-cita atau ke hal lain
Saya tidak tahu apakah ini berlaku bagi Anda yang membaca, tapi Saya ingin membagi cerita kalau pada angkatan saya siswa-siswi banyak yang belum berpacaran. Tapi jarang sekali sekarang didapatkan ada orang yang jarang berpacaran karena Saya melihat angkatan-angkatan di bawah Saya sudah banyak yang berpacaran dan sekarang pun makin lama hal itu menjadi sepertinya sudah
biasa.

2. Merasa tidak percaya diri
Banyak sekali Saya melihat ini di lingkungan sekolah Saya dulu sampai di lingkungan kuliah bahwa banyak sekali orang yang tidak percaya diri kepada dirinya sehingga bila ia lelaki maka ia tidak akan melakukan pendekatan dan mengajak orang yang disukanya untuk pacaran karena dia merasa dirinya tidak pantas untuk orang yang disukainya.

3. Trauma
Alasan ini dapat terjadi baik pada lelaki maupun wanita yang pernah berpacaran maupun belum pernah berpacaran. Bagi yang belum pernah berpacaran mungkin mereka trauma di saat masa pendekatan di mana orang yang disukainya menolak dia secara kasar, menghina dirinya, dan lain-lain. Bagi yang sudah berpacaran biasa trauma terjadi karena mereka pernah dikhianati oleh pacarnya,

4. Belum siap untuk berpacaran
Alasan seperti ini biasanya juga terdapat pada orang-orang. Biasanya mereka belum siap secara materi maupun mental (fisik dan rohani). Ada yang tidak ingin berpacaran karena merasa belum mampu menghasilkan uang sehingga tidak mau berpacaran terlebih dahulu karena dia merasa malu jika berpacaran dengan memakai uang orang tuanya (termasuk saya. Hehehee..).
Ada juga yang tidak siap secara mental karena bila berpacaran maka ruang geraknya menjadi terbatas/tidak bebas padahal dia masih suka untuk bebas dan tak terikat

5. Tidak diperbolehkan oleh orang tua
Jarang sekali ada orang yang memakai alasan ini. Tapi ternyata dalam hidup ini Saya memang pernah bertemu dengan orang yang tidak boleh berpacaran karena tidak diijinkan oleh orang tuanya dengan alasan harus fokus ke pelajaran, masih terlalu kecil untuk berpacaran, dan segudhang alasan lainnya.

Alasan-alasan yang Saya kemukakan di sini mungkin belumlah terlalu lengkap sehingga bila Anda
yang membaca dapat menambahkan alasannya (dengan seijin Saya).